Oleh: Khairul Fuad
Selepas pindah kost dekat P.P. Al-Munawwir Krapyak di sekitaran Jogokariyan Yogyakarta, bernama Al-Kindy, menjadi penerima koran lungsuran dari Bapak Kost, (alm) Bapak Soewardo, untuk dipasang di majalah dinding yang terbuat dari plastik. Koran arus utama kemarin dipasang hari ini, sedangkan untuk koran lokal dipasang hari ini, sekaligus menjadi wahana alih informasi kawan-kawan kost sebelum bangkitnya media sosial seperti sekarang ini. Alih informasi akhirnya semakin menjangkiti saat menjadi penerima koran lungsuran tersebut dengan menuntaskan kenikmatan sesaat sebelum kenikmatan kembali terpaparkan di majalah dinding.
Kenikmatan itu terpumpun pada Opini yang ditawarkan pada halamannya, disuguhkan oleh nama-nama dengan maqam khawasnya. Mungkin satu nama yang teringat, Francis Fukuyama dengan End of History-nya pada urutan atas tata-letak halamannya. Nama-nama lain, tentunya dengan maqam khusus, juga mewarnai lembaran Opini, termasuk sempat fatwa mengerikan mampir kepada Ulil Abshar Abdalla, sekarang lurah pondok daring Ngaji Ihya, gegara wacananya dimuat pada halaman Opini.
