Di bidang matematika, level-1 merujuk pada kemampuan menunjukkan, tanpa petujuk langsung, bentuk rumus matematika dari suatu keadaan. Sekitar 50% siswa Indonesia berada pada level ini. Hanya, sekitar 0.02% siswa indonesia berada pada Level-6. Di bidang IPA, sekitar 78% siswa berada pada Level-2. Pada level ini siswa dapat menangkap penjelasan yang diberikan secara eksplisit tentang suatu fenomena IPA. Tidak ada siswa Indonesia yang berada pada Level-6.
‘Where all students can succeed’ dijaring lewat survai karakter. Survai karater dalam PISA digunakan untuk mencari tahu kondisi kesetaraan yang berkaitan dengan tingkat sosial-ekonominya, jender dan latar belakang budaya.
Sedangkan ‘what school life means for students’ lives’ dijaring lewat Survai Lingkungan Belajar. Survai Lingkungan Belajar dalam PISA menjaring tentang: suasana sekolah, sikap dan prilaku guru, tindak a-sosial siswa, well-being siswa serta keterlibatan orang tua siswa pada kegiatan sekolah.
Inilah gambaran singkat tentang AM, SK dan SLB dari program PISA-OECD. Semoga gambaran ini tidak terlalu jauh dari AKM-SK yang akan dilakukan di dunia pendidikan di Indonesia.
Jika kita mengarah ke sana maka berarti pendidikan Indonesia sungguh akan mengantarkan orang-orang muda Indonesia ke dalam masyarakat global. Semoga!
Pakem Tegal, DIY, 14-10-2020
