Oleh: Juharis *
Siapa yang tak mengenal Thomas Alfa Edison, tokoh ilmuwan penemu bola lampu pijar yang menggemparkan dunia. Keberhasilan Thomas tersebut bukan dua atau tiga kali percobaan, tapi berkali-kali hingga menemukan titik temu pencapaian keberhasilan. Seorang kontributor di salah satu media yang cukup terpandang, Forbes, mengutip kata-kata Thomas Alfa Edison sebagai berikut Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal sekalipun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar. Jadi kegagalan sebenarnya bukanlah kegagalan sebagaimana pemahaman kita, tapi kegagalan adalah kekeliruan dalam proses.
Setiap orang di muka bumi pasti pernah mengalami masa lalu yang buruk, buruk dalam artian selalu mengalami kegagalan dalam upayanya. Semua orang sukses sebagian besar sebelum mereka meraih kesuksesan tentu pernah menempuh masa tertatih bahkan terjatuh. Kenyataannya kesulitan yang mereka hadapi adalah arus yang menghanyutkan mereka menuju kesuksesan. Baik buruknya masa lalu hakikatnya bukan jaminan sukses atau berhasil tidaknya seseorang. Usaha yang gigih terhadap apa yang diinginkan dengan membersamakan Tuhan dalam setiap tindakan menjadi bagian penting dalam memaknai dan menggapai impian itu sendiri.
