OSO cinta akan Sukadana yang mengajarkannya banyak ilmu “Sinbad” Sailor Perkasa. Terutama belajar dari kerasnya alam dan sekaligus menikmati keindahan panoramanya. Maka dia yang “praktisi ekonomi cum politik” berjuang memekarkan Kayong Utara dengan Ibukota Sukadana dari Kabupaten Ketapang. Hal itu berhasil. Mulus. Tak seperti Kapuas Raya dengan cikal bakal Sintang sebagai ibukotanya. Sejak masa reformasi hingga kini “terpental” terus. Beda dengan tata cara OSO untuk Kayong. Dia berjuang karena cinta akan daerahnya. Beda “barangkali” dengan Kapuas Raya yang bermodal “politik an sich”. Dan kecintaan OSO terus tumbuh dngan caranya mengaet event besar skala internasional. Lobbynya yahud. Tentu dengan kerjasama berbagai pihak.
OSO kerap menabalkan pembangunan di Sukadana. Dia bangun hotel yang termegah di sana. Hotel ini menghadap ke laut. Amboy betapa indahnya. Sama halnya dengan Masjid Oesman Alkhoir. Juga berada di atas laut. tak ubahnya Masjid Terapung di Jeddah, 60 km dari Mekah Almukarramah. OSO investasi tanah dan bangunan. Yang menurut ustadz, sama dengan investasi “tanah di syurga”, insya Allah dan semoga. Amiiin.
