Tiga (3) mata uji yang lain bisa dipilih adalah: bahasa nasional kedua (bahasa Finladia atau Swedia); bahasa asing (Inggris, jerman, Perancis, Italia, sepanyol, Portuges atau Latin), matematika, sains dan humaniora, sejaran, agama, fisika, kimia, biologi, psikologi dan filsafat.
Ujian matrikulasi dilaksanakan dua kali tiap tahun, di musim gugur dan di musim semi. Siswa boleh membagi mata uji yang dipilihnya dalam dua atau tiga periode periode matrikulasi.
Hingga kini, keberhasilan pendidikan di Finlandia menjadi pembicaraan secara internasional, termasuk Indonesia. Dalam laman Angela Watson (diambil 23-6-2020), anggota ‘National Board Certified Teacher’ ini menunjukkan sejumlah penjelasannya. Di antaranya adalah: 1) pengembangan profesional para guru sangat ditekankan, 2) profesi guru sangat dihargai, 3) para guru memiliki kebebasan yang besar untuk memenuhi kebutuhan para siswanya karena kurikulum nasional dibuat sangat ringkas tanpa disertai berbagai petunnjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya, 4) Siswa di Finlandia memiliki jumlah jam istirahat yang cukup setiap hari, setiap 45 menit jam pembelajaran diikuti 15 menit istirahat, 5) tidak ada kewajiban memberi ulangan, 6) sebelum berusia 7 tahun anak-anak Filandia belum boleh masuk sekolah, serta 8) setiap anak mendapat pendidikan usia dini yang bermutu tinggi secara cuma-cuma.
