Marloes D. A. van Verseveld , Ruben G. Fukkink , Minne Fekkes dan, Ron J. Oostdam, (2019), memeta-analysis 13 penelitian program anti-perundungan di sekolah yang melibatkan 948 guru, 2.471 staf, serta 138.311 siswa. Ditemukan bahwa besar efek pada guru adalah 0.53 (p<5%) dan pada lingkungan sekolah 0.39 (p<5%). Mereka memperkirakan dampak program anti-perundungan di sekolah dapat ditingkatkan jika pengetahuan, sikap dan prilaku anti-perundungan para guru ditingkatkan.
Hannah Gaffney, David P. Farrington dan Maria M. Ttofi , 2019, memeta-analysis 100 evaluasi independen program anti-perundungan di sekolah di 12 negara yang tersebar di Scandinavia, Amerika Utara, serta Eropa. Program anti-perundungan di sekolah ini meliputi: KiVa, NoTrap!, OBPP, serta ViSC. Ditemukan program anti-perundungan yang paling efektif untuk menurunkan perbuatan perundungan di Yunani, dan untuk menurunkan jumlah korban perundungan di Italia, diikuti di Spanyol dan Norwegia. Olweus Bullying Prevention Program mempunyai efek paling besar untuk menurunkan perbuatan perundungan sedangkan progran No Trap! untuk menurunkan jumlah korban perundungan.
