Opini

Reuni Indo Journalist Programe 1 dan 2 di Pontianak

Reuni Indo Journalist Programe 1 dan 2 di Pontianak
Indo Journalist Programe II di kediaman peraih Pulitzer Prize, wartawan senior Boston Globe, Larry Tie, 2002. Dok

Saya bersyukur bersua Mas Erwan Widiarto, satu dari sedikit jurnalis yang mau menisbahkan waktunya bagi urusan-urusan sosial pendidikan praksis. “Kita tak boleh lupa menyemai kebaikan untuk sebuah masa depan. Masa depan setelah kematian,” ungkapnya. Idiiih serem 🙂 Namun itu kepastian dalam kehidupan.

Itulah hebatnya Mas Erwan. Dia berdakwah secara halus. Bahkan disampaikan dengan cara humor, sehingga menghunjam kuat dalam perasaan.
Sampai ketemu lagi Mas Erwan. Pada waktu dan gelombang berikutnya 🙂


Foto di sebelah kanan saya, Bu Oetari Noor Permadi tak kalah seru. Beliau ini penyiar di TVRI. Kita tak asing melihat wajahnya yang tetap cantik. Putri dari seorang guru besar ini punya pikiran besar. Dia mengirimkan 12 “anak-anak perbatasan” ke Prancis dalam event kebudayaan. Lamanya tak tanggung-tanggung, 2 bulan. Biayanya pribadi!
Saya belajar dari kisah yang disampaikannya. Semangatnya. Dan tentu kisahnya mengikuti program AFS. AFS saya tangani sejak 2013 melalui penunjukan Ketua Chapter Kalbar (Pontianak) dari Yayasan Binabud Pusat (Jakarta). Sudah 3 orang kembali dari AS ke Bumi Khatulistiwa. Ada 2 tahun ini yang akan gowes ke LN. Satu ke AS, satu lagi ke Italia.

Kesimpulan saya: kerja belum selesai–belum berarti apa-apa. Banyak pendahulu yang bekerja lebih keras dengan hasil lebih rrruar biasa. Terus terang, jelous. Terus terang cemburu….