Opini

SJ 182 “Pulang Kampung”

SJ 182 “Pulang Kampung”

Pertama, kita kembali diingatkan dengan musibah yang menimpa saudara-saudara kita penumpang SJY 182, bahwa apa yang terjadi merupakan ketetapan Allah SWT.   Tidak akan terjadi,  kecuali atas perkenan Allah SWT.  Sebagamana Qs. At-Taghabun:11.  Jika kita ridha dengan keputusan Allah,  maka insyallah Tuhan akan memberikan kita petunjuk kepada jalan yang benar.  

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya,” (QS. At-Taghabun [64]: 11).

Kedua,  ingatlah,  setiap kita tetap harus senantiasa “terjaga”, bahwa kehidupan yang dilakoni hanya sekejap mata.  Segala yang singkat ini,  menentukan masa depan kita di alam sana (here after).  Maka hendaknya tidak tertipu segala patamorga dunia,  yang menyilaukan namun nisbi dan musfra.  

Ketiga,  bila tiba ketetapan ajal kita,  tiada yang dapat menentukan waktu, tempat dan keadaan.  Entah di daratan,  entah di laut atau di udara.  Sesaat tidak bisa dimajukan,  atau dimundurkan.  Tak pandang usia,  tua kah muda,  sehat ataupun sakit.   Maka,  tadzkirahnya,  hendaklah tak perlu meminta mati,  dan tak perlu pula menakuti mati.  Cara terbaik adalah berserah diri sepenuh hati (istislam dan inqiyad).