Opini

SJ 182 “Pulang Kampung”

SJ 182 “Pulang Kampung”

Keempat,  kemuliaan manusia bukan terletak pada panjang ataukah pendek usia.  Namun ditentukan oleh apa kebaikan yang  dapat kita warisi dari umur yang pendek atau panjang itu.  Entah ilmu, entah amal,  atau hasil perjuangan yang pernah dilakukan,  termasuk akhlaq terpuji yang menginspirasi,  kesemuanya adalah warisan (legacy) yang dapat mengangkat kemuliaan manusia.  Sehingga wajar jika kemudian ada manusia,  umur legacynya lebih panjang dari umur biologisnya.  

Demikian beberapa nasehat dari musibah kematian,  agar menjadi pengingat (tadzkirah) jiwa yang berserah.  

Wahai saudara-saudaraku yang malang,  pergilah,  pulanglah ke haribaan Tuhanmu,  semoga senantiasa dikarunia ketenangan dan keridhaan di sisi Allah SWT.   Dipenghujung kata,  perkenankan ku goreskan seuntai larik puisi perpisahan.

“PULANG KAMPUNG”

Jaket kecil

Berwarna pink

Semburat senyuman lucu 

Gelak tawa, nyanyi dan tari 

Bahagia

Karena hari ini ku kan pergi

Da..da..da…pulang kampung. 

Jaket pink

Membungkus isyarat 

Kerinduan yang tiada tereja

Tiada teraba 

Gembira kan segera berjumpa 

Kampung halaman

Setelah bermusim tiada bersua.

Jaket kecil pink 

Merenda rahasia

Saksi bisu kedahsyatan 

Yang tak terkata

Imaji wajah-wajah kecil 

Yang tak mengerti arti ngeri

Hanya mematung 

Takut, heran, sakit, penuh tanya

Apa sebenarnya menimpa

Seketika

Bersemayam

Didasar samudera.

Pulanglah para terkasih

KepadaNya yang Maha Pengasih.  

(*Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak, 10/1/2021)