Saya sebagai salah satu penulis buku biografi politik Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila bersama Anshari Dimyati dan Turiman Faturahman Nur (Penerbit TOP Indonesia, tahun 2013) merasa jadi pengecut jika hanya diam. Saya kemudian buat sebuah rekaman video singkat yang inti pernyataan saya, bahwa Sultan Hamid II bukanlah pengkhianat negara. Bung Karno Sang Proklamator saja menyapanya dengan panggilan Jang Moelija (JM). Tidak ada verba pengkhianat yang keluar dari seorang tokoh bangsa Bung Karno. Yang ada adalah penghormatan. Sehingga tidak layak seorang AM Hendropriyono bersuara seperti itu. Apalagi SH II tidak pernah meminta agar dirinya diperjuangkan sebagai pahlawan nasional. Kami-kami inilah yang memperjuangkannya. Lembaga resmi pengusungnya adalah Yayasan Sultan Hamid.
Opini
Tidak Ada Agenda “Setting Politic” untuk Sultan Hamid II Pahlawan Nasional — Murni Akademis Meluruskan Sejarah Bangsa Indonesia
