Dari penyelenggaraan pilkada di Kalbar selama ini memang terpapar banyak pelanggaran, baik bersifat administratif maupun pidana, namun sebagian besar tidak dilaporkan. Yang menjadi temuan atau laporan yang ditindaklanjuti hanyalah fenomena gunung es.
Pemilu berkualitas ditandai dengan penyelenggara pemilu maupun peserta pemilu hadir dengan permainan cantik “fair play” dimana keadilan pemilu dirasakan. Pemenang tampil tidak jumawa, sementara yang kalah ikhlas menerima. Kemenangan pun tidak diperoleh dengan menghalalkan segala cara. Hasil pemilu berkualitas ditandai dengan terpilihnya orang-orang kredibel dan dapat mengemban amanah rakyat dengan visi kenegarawanan.
Kajian Akademik
Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui hasil penelitian mereka (2017) mengingatkan bahwa dalam persaingan yang tajam di setiap pilkada/pemilu maka sangat rawan terjadinya praktik “politik uang” atau “money politic”. Lebih khususnya lagi di wilayah kantong-kantong kemiskinan.
