Nilai etnik dan agama di Kalbar mengerucut pada universalitas terutama keadilan. Sebagai contoh salam di dalam adat Dayak berbunyi, “Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ jubata”. Artinya kita harus bersikap adil terhadap sesama manusia, kita harus bersikap dan berbuat seperti kehidupan di surga (perbuatan-perbuatan yang baik), bernapas/hidup kita tergantung dari Tuhan, atau Tuhan yang memberi hidup. Hal serupa dianut etnis Melayu di mana diakui “Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah”. Artinya adat bersendi hukum Islam dan hukum Islam bersendi Alquran. Di dalam Alquran nilai universal tertuang ke dalam 99 nama Tuhan. Adil adalah salah satu dari nama dan sifat-Nya.
Bawaslu Kalbar harus berdiri kokoh, tegak dan solid di atas nilai kejujuran dan keadilan sesuai dengan kearifan lokal, sehingga mendapat dukungan penuh seluruh elemen masyarakat. Ini implementasi strategi “think globally, act locally”. Strategi tersebut di atas selaras dengan Pancasila dan seloka Bhinneka Tunggal Ika.
Penutup
Melalui visi, misi, program dan strategi yang dijalankan oleh figur Bawaslu berintegritas, profesional, imparsial, objektif, harus dapat dicapai output atau keluaran pemilu yang tidak sekedar sukses prosedural, tapi juga esensial. *
