Hari ke- 1 (Jumat, 12 Juni 2020)
Oleh: Wajidi Sayadi
Syekh Abdul Karim Pontianak, nama yang sangat dikenal para ulama terdahulu di Sulawesi Selatan dan Barat khususnya di Campalagian Polman. Ada nama Pontianak disebutkan di akhir namanya, karena berasal dari Pontianak, maksudnya Kabupaten Pontianak (sekarang Kabupaten Mempawah). Beliau juga dikenal dengan nama Syekh Bilokka, karena dilahirkan di Bilokka daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan, daerah kabupaten tempat lahirnya Prof. M. Quraish Shihab.
Di Pontianak, khususnya di Kecamatan Sui Kakap dan Teluk Pakedai dikenal dengan nama Daeng Abdul Karim Daeng Talengka. Itulah sebabnya saya menulisnya dengan menggabung istilah Syekh yang menunjukkan keulamaan besar, dan Daeng menunjukkan identitas sebagai suku Bugis, jadilah saya menyebutnya Syekh Daeng Abdul Karim. Beliau ini adalah ayahanda Guru Haji Ismail Mundu di Teluk Pakedai. Beliau tidak populer dan tenar namanya sebagaimana puteranya Guru Haji Ismail Mundu, padahal Syekh Daeng Abdul Karim seorang ulama besar lama belajar di Mekah al-Mukarramah. Beliau belajar langsung kepada Syekh Sayyid Bakry Syatha’ pengarang Kitab I’anah ath-Thalibin Hasyiyah Fath al-Mu’in 4 jilid di Masjid al-Haram Mekah dan Kifayah al-Atqiya’ wa Minhaj al-Ashfiya’, sebuah kitab tasawwuf.
