Opini

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

Oleh: Nur Iskandar

Organisasi yang hebat di Indonesia ini ada dua. Pertama ABRI. Kedua HMI! Begitu kira-kira ungkapan Jenderal Try Sutrisno ketika mendampingi Jenderal Besar Soeharto pada era Orde Baru berkuasa di Indonesia selaku Wakil Presiden.

Pidato Jenderal Try Sutrisno itu saya simak selaku insan cita HMI yang bergelut di bidang pers. Pertama, kata Try–the smiling general–bahwa ABRI itu hebat adalah biasa. Kenapa? Sebab dia dibina dari barak. Dia dilatih disiplin. Dia dibiayai oleh negara. Wajarlah jika banyak pemimpin NKRI lahir dari jalur ABRI. Saat itu telinga kami awak pers populer Jalur A. Jalur apakah A ini? Tiada lain yakni jalur ABRI.

Yang membuat riuh gemuruh dari Jenderal Try Sutrisno yang pernah bersekolah di Kalbar karena medan tugas ayahnya selaku aparat adalah pujian kepada HMI sebagai mesin pencetak kader kepemimpinan bangsa di Tanah Air–Nusantara–Indonesia Raya. HMI kokoh dengan keislaman–keilmuan dan keindonesiaan. Era 1990-an cemerlang dengan lokomotif kemajuan Islam Indonesia dipimpin mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Prof Dr Nurcholis Madjid.