Berita

“Jakarta Effect” di Kalbar “Tolak Rizieq”

“Jakarta Effect” di Kalbar “Tolak Rizieq”
Pembangunan terus bergerak di Kota Pontianak dan kota-kota lainnya di Kalbar. Jangan sampai isu SARA mengoyak capaian kesejahteraan sehingga jutaan warga dilingkupi kesulitan, bahkan kematian. Foto kompleks Ruko Ayani Mega Mall. Foto: Nuris

Di luar jamaah Jumatan yang pasti muslim, dan muslim identik dengan Melayu, adalah komonitas Dayak yang juga viral berupa seruan turun aksi massa dengan target minimal 10.000 orang. Klaim aksi ini untuk Dayak se-Kalimantan dengan pesan sentral bahwa Dayak tidak mau dihina sebagaimana fakta yang mereka kumpulkan dari pernyataan–khususnya dari Habib Rizieq. Untuk hal yang terakhir ini Gubernur Drs Cornelis, MH memang punya catatan dengan Rizieq. Hal ini diadukan Cornelis kepada aparat. Di mana dia menyuguhkan rekaman dari handphone yang digenggamnya bahwa Rizieq telah “menghina dirinya” sebagai gubernur yang orang Dayak dan kafir.

Perihal penolakan masyarakat Dayak dengan Habib Rizieq bukan sekali dua kali terjadi. Hal ini spesifik pada kata kafir, atau jangan memilih pemimpin kafir. Hal itu juga yang ditujukan kepada Pilkada DKI yang barusan terjadi.

Mereka dari organisasi Dayak juga menuntut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu dibubarkan organisasinya. Namun kenyataan, aspirasi kepada negara sejauh ini tak dikabulkan pemerintah karena alasan berdirinya organisasi adalah hak setiap warga, termasuk FPI. Tugas pemerintah justru membina.

2 Komentar

  1. Dwi Wahyudi
    May 6, 2017 pukul 8:32 am

    Malas nak ribot hanya untuk hal-hal seperti ini, kite kaum “bawah” pade beribot yang kaum “atas” senyap2 jak. 😀

  2. Sukardi (Adi TB)
    June 1, 2017 pukul 1:37 pm

    Hidangan Hangat dan Mencerdaskan..

Komentar ditutup.