Semoga dua kelompok massa yang vis a vis antara Melayu-Dayak (Muslim/Non Muslim) tidak terpancing aksi anarkistik. Kemudian aparat dapat menggiring kebebasan berpikir, berkumpul dan berpendapat secara tepat, profesional, proporsional, adil, bijak, tanpa menimbulkan korban di mana perekonomian jadi mampet, jalanan macet, dan kehidupan Indonesia Raya yang indah ini jadi mengkeret.
Mari kita bersama berdoa dan berusaha mendamaikan hati dan pikiran kita semua. Bahwa bekerjasama jauh lebih sempurna. SARA justru jadi kekayaan budaya yang penuh makna memanusiakan manusia. Itulah warisan leluhur kita sejak dulu sehingga terwujud Indonesia Raya dengan langgam Bhinneka Tunggal Ika. (Penulis adalah Pemred media online teraju.id)

Malas nak ribot hanya untuk hal-hal seperti ini, kite kaum “bawah” pade beribot yang kaum “atas” senyap2 jak. 😀
Hidangan Hangat dan Mencerdaskan..