in ,

LSF Sosialisasi Pembentukan di Kalbar

Teraju.Id, Mercure
Film adalah hiburan paling banyak dikonsumsi di setiap lapisan masyarakat. Dan baru-baru ini banyak anak muda yang berkreasi dengan film untuk berekspersi mulai dari film komedi, action, dokumenter dan masih banyak lagi. Lembaga Sensor Film Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengadakan acara Sosial Pembentukan Perwakilan Lembaga Sensor Film (LSF) di Ibukota provinsi Kalimantan Barat bertajuk Masyarakat Sensor Mandiri Wujud Kepribadian Bangsa.

Film adalah karya seni budaya  yang diminat oleh seluruh golongan sosial mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sebuah film tentunya tidak selalu mengandung unsur-unsur yang mendidik oleh karena itu dibutuhkannya Lembaga Sensor Film. Yang mengsensor, memotong, dan menyaring film agar layak untuk ditonton seperti yang terkandung dalam UU Nomor 33 Tahun 2009 Pasal 57-58, tentang Perfilman dan Peraturan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Perwakilan Lembaga Sensor Film di Ibu Kota Provinsi Pasal 1-17.

Setiap daerah memiliki adat kebudayaan dan peraturan yg berbeda, seperti halnya di Papua terdapat masyarakat yg menggunakan koteka. Dalam segi kebudayaan di daerah itu sendiri dianggap wajar kenapa mereka berpakaian seperti itu. Namun apabila kita menemukan hal yang sama tapi di tempat yang berbeda seperti Aceh maka itu dianggap tidak wajar dan tidak dapat diterima oleh masyarakat di daerah tersebut.

“Bagaimana sebuah lembaga itu menyiarkan kontennya masuk ke negara orang, itu saya kira regulasinya yang jelas dulu. Tapi yang saya tahu Kominfo sudah memulai membahas tentang regulasi itu.  LSF berpedoman semua yang disensorkan di teritory di Indonesia ini harusnya mentaati UU Nomor 33 Tahun 2009. Dengan kedewasaan masyarakat tentulah film-film yang belum disensorkan tontonlah dengan cermat, dan pastikan keluarga kita juga dibimbing mendapatkan arahan dengan orang tuanya untuk menonton film-film yang patutnya ditonton oleh anaknya” ujar Ahmad Yani Basuki selaku Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Written by teraju

Kursi Prioritas

Art Installation