Home > Berita > Masjid Oesman Al-Khair Ikon Wisata Religi Kayong Utara

Masjid Oesman Al-Khair Ikon Wisata Religi Kayong Utara

Oleh: Johan Wahyudi

Siapapun pengunjung di Sail Selat Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara. Pasti kagum, melihat keindahan bangunan masjid berwarna putih berdiri kokoh di pinggir pantai di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Masjid Agung Oesman Al-Khair, yang di resmikan Presiden RI, Joko Widodo, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Saya pertama kali datang di negeri betuah, Kayong Utara. Tiba, Selasa (11/10), setelah satu malam berada di kapal ferry dari Pelabuhan Penyemberangan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya ke Pelabuhan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Melihatnya langsung berdecak kagum, walau hanya dari halaman masjid. Karena pengunjung tidak diizinkan masuk ke masjid kebanggaan masyarakat Kabupaten Kayong Utara tersebut. Karena masih terlihat para pekerja bangunan masjid, sibuk mempercepat proses pekerjaannya. Bahkan aparat kepolisian dan TNI menjaga ketat disetiap sisi lokasi masjid, bahkan sampai ke atas menara masjid. Mereka seperti melakukan pemeriksaan yang sangat teliti. Mungkin standar pengamanan khusus bagi bapak Presiden Joko Widodo.

Walaupun tak bisa masuk ke masjid. Para pengunjung dari halaman masjid, terlihat antusias berselfi ria. Masjid Agung Oesman Al-Khair, menjadi background pengambilan foto yang terbaik. Selain Tugu Durian dan Tugu Sail Selat Karimata dan panorama keindahan pantai Pulau Datok yang menjadi pusat kegiatan Sail Selat Karimata 2016

Alhamdulillah, sekitar pukul 10.00 Wib, Sabtu (15/10). Usai diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, dengan ditandai penandatanganan. Seluruh pengujung dan masyarakat, termasuk saya dapat masuk. Melihat langsung keindahan Masjid Agung Oesman Al-Khair, dari dalam yang memiliki gaya arsitektur modern mirip Masjid Apung Arrahmah di Jeddah, Saudi Arabia.

Di dalam masjid terlihat, di atas dinding dihiasi ornamen kaligrafi yang indah warna kuning keemasan. Ada empat pilar peyangga di dalam masjid. Ada sembilan pintu masuk terbuat dari besi tralis bercat hitam motif seperti bunga. Tiga di depan , tiga di samping kanan dan tiga disamping kiri. Tempat wudhu terletak disebelah kiri dari depan pintu masuk.

Saya pun mengambil air wudhu. Shalat Tahiyyatul Masjid dan Shalat Dhuha, saya laksanakan. Subhaanallah, niat saya melaksanakan shalat di Masjid Agung Oesman Al-Khair sejak pertama kali melihatnya, akhirnya tercapai. Bahkan beberapa pengunjung, juga melaksanakan shalat, bahkan betah berlama-lama di dalam masjid tersebut.

Saya menilai Masjid Agung Oesman Al-Khair, bisa menjadi ikon wisata religi bagi Kabupaten Kayong Utara. Keindahan dan letak yang strategis. Mudah dijangkau, menjadi keunggulannya. Dan menjadi pusat ibadah bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara, khususnya yang berada di dekat lokasi masjid.

Setelah itu, saya menyaksikan pembukaan Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok. Persembahan atraksi budaya “Tarian Kolosal Gelar Tari Nusantara” oleh pelajar yang dikonseptor oleh Guruh Soekarno Putra. Aktrasi Pesawat Hawks, Aktraksi Terjun Payung, yang menghibur ribuan pengunjung yang memadati Pantai Pulau Datok.

Semoga Kabupaten Kayong Utara terus maju dan berkembang, melalui sektor pariwisata. Memberikan dampak positif terhadap kemajuan di sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kayong Utara.

img_20161018_104610_790

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

“Kontribusi Masyarakat Adat untuk Indonesia”

Siaran Pers Koalisi Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat teraju.id, Jakarta, 25 Februari 2020 – …

teraju.id