Bukankah lebih baik mengulang bacaan tersebut sampai mengerti apa yang dimaksud penulis agar tidak salah kaprah. Jika penulis benar bukankah akan malu sendiri karena telah berkomentar yang tidak-tidak?
Perbedaan yang selama ini kita banggakan menjadi hal indah di mata orang luar, ingat lagi semboyan “Bhinneka tunggal ika”.
Baca Juga:Makna Luas Pancasila vs Ideologi Radikal
Pontianak, 12 Maret 2018
