teraju.id, Pontianak— Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura, Taufik Hidayat saat ini sedang bergelut dengan penyelesaian penelitian skripsinya. Masalah yang diangkat dengan metode deskriptif analitis tersebut adalah pemikiran Sultan Hamid Alkadrie tentang federalisme.
Selayaknya penelitian yang menerapkan metode ilmiah, Taufik mengumpulkan bahan pustaka. Baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun naskah-naskah yang tayang secara daring (online). Salah satu upaya lain adalah dengan mewawancarai penulis buku biografi politik Sultan Hamid Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila, yakni Anshari Dimyati, Turiman Faturrachman Nur dan Nur Iskandar.
“Saya dalam bimbingan Prof Dr H Syarif Ibrahim Alkadrie. Guru besar sosiologi,” ungkap Taufik saat bertandang ke penerbit TOP Indonesia yang menerbitkan buku biografi politik Sultan Hamid, Jumat, 24/11/17 malam.
Selain tiga penulis di atas, Taufik berencana mewawancarai peneliti kehidupan dan pemikiran Sultan Hamid, yakni Dian Alkadrie yang mendalami perihal Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB), maupun Max Jusuf Alkadrie, MBA mantan sekretaris pribadi Sultan Hamid.
“Kalau Ibu Dian saya sudah janji untuk wawancara, namun untuk Pak Max saya belum menghubunginya karena domisili beliau di Jakarta. Mudah-mudahan bisa berwawancara saat beliau hadir di Kota Pontianak,” ungkap Taufik yang juga putra daerah asal Ketapang dan masih merupakan keluarga besar Kerajaan Matan.
