Dalam hal kewenangan penataan kota, Sutarmidji tak bergeming. Dia bersikukuh bahwa dalam aspek perizinan dan seterusnya tidak ada masalah. Dia juga menolak tudingan ada “main mata” dengan pengusaha Hotel Neo sertai abai akan hak-hak belajar anak.
“Soal peduli pendidikan jangan tanya lagi ke saya. Saya ini dibesarkan dari keluarga besar guru. Saya pun guru,” tegasnya. Oleh karena itu tak mungkin, katanya, dia mau mengorbankan hak-hak belajar anak, maupun guru, apalagi orang tua murid. Oleh karena itu telah disiapkan sekolah dalam menampung mereka yang terkena dampaknya. Begitupula untuk melanjutkan ke SMP. “Semua sudah kita antisipasi,” tuturnya serius.
Dalam amatan teraju, komentar miring terhadap Walikota Sutarmidji yang terkesan pro pengusaha dan tak perduli penyelamatan SDN 01 juga terus menggelinding bak bola salju. Jika tidak pandai mengelola isu sentral yang sedang “viral” ini bisa jadi bola liar. Bahkan menjadi bola api politik yang panas dan terus dimainkan pihak yang berseberangan dengan kepentingan politik Sutarmidji, di mana dia telah proklamasi maju sebagai calon Gubernur Kalbar, periode 2018-2023.

Kondisinya semakin seru, same-same paham hukum masalahnya. So, tinggal dilihat saja nanti endingnya seperti apa untuk kasus ini. 🙂