Pihak Deni Amirudin, yang merupakan keluarga besar SDN 01 memandang bahwa “ada main mata” antara Walikota dengan pengusaha. Dalilnya adalah pelanggaran perizinan. Untuk itu pula, kenapa realitas politik di DPRD Kota Pontianak terbelah dua.Ada yang pro dan kontra. Di mana yang pro mengakui tanah aset Pemkot telah menjadi kewenangan Pemkot untuk mengelolanya secara produktif tanpa mengorban kepentingan pendidikan, namun yang kontra melihat sama. Ada main mata sang Walikota menjelang Pilkada.
Walikota Sutarmdiji sendiri dikenal warga sebagai figur yang piawai dengan masalah-masalah hukum. Dia bahkan tangkas, dan terigas. Sejumlah polemik hukum dilawannya dengan keras. Dalam banyak kasus, pria yang akrab disapa Bang Midji ini justru tampil sebagai pemenangnya.

Kondisinya semakin seru, same-same paham hukum masalahnya. So, tinggal dilihat saja nanti endingnya seperti apa untuk kasus ini. 🙂