
Pertama saya di kawasan Mesjid Nurul Hasan pusat dakwah berbahasa Inggris di Punggur berjalan ke Gg Aiman, berjarak 400 meter di belakang mesjid Nurul Hasan. Ada Pondok Pesantren Darud Dakwah. Santrinya 30-an. Ada sedikit yang mukimin dan sebagian besar berada di luar. Ponpes ini baru berdiri. Saya ketuk pintu dan uluk salam. Tanya itu ini dan finally sampailah kepada sandang dan pangan.
“Alhamdulillah kalau beras kami tidak kekurangan. Ada bantuan beras dari Munzalan. Beras Munzalan,” kata pimpinan pondok.
“Beras kami dapat dari Pondok Darud Dakwah Pusat di Kota Baru. Dari sana beras dibawa ke sini,” sambung pimpinan pondok. Beras ada, kelas aman dan nyaman. Sayur tinggal petik sekeliling halaman pondok.
Sepekan silam saya bertandang ke Danau Sebedang atas undangan Pimpinan Pondok Pesantren tahfidz Quran dan Hadits Alhikam, Dr Wahyudi. Ponpes sederhana di atas lahan 7 ha menatap danau Sebedang nan indah. Santrinya ada 50 orang anak usia SMP. Saya lihat ada tumpukan beras berkarung-karung.
“Beras dari mana Stadz?”
“Dari Munzalan. Alhamdulillah beras ini sangat meringankan beban kami di Ponpes. Bayangkan 50 santri makan setiap hari,” kata Kyai yang tutur katanya selalu lembut bersahaja ini.
