
Setakat waktu terakhir saya kerap berinteraksi sama Pimpinan Ponpes Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin, alumni Ponpes Gontor, KH Lukmanul Hakim. Seorang kyai muda, cakep, atletis, dan gaul karena mengurusi Badan Wakaf Indonesia, Bidang Wakaf Produktif. Saya mau tak mau kerap kali ke Munzalan membawa para nazir demi belajar wakaf produktif sampai 18/1/21 deklarasi berdirinya Bang Kambing demi menjelaskan wakaf produktif yang beranak pinak, lama-lama menjadi banyak. Bang Kambing ini vise versa dari bunga bank yang berujung riba. Adapun Bang Kambing berujung jual beli yang halal dan diberkahi Allah SWT.
Saya membawa rombongan nazir wakaf produktif dan dijamu makan bersama KH Lukmanul Hakim dan unsur pimpinan pondok. Naik ke Munzalan Tower, sebuah gebrakan wakaf fantastis se-Nusantara. Juga naik Alphard serta Velfire wakaf karena kepercayaan umat Islam Nusantara berada di pundak Munzalan. Munzalan bukan NU-bukan Muhammadiyah–bukan Persis atau cabang-cabang lainnya. Munzalan sebuah oase umat Islam sedunia yang berkah berlimpah dengan berjamaah. UAS kerap kali datang bertandang ke Munzalan karena gebrakannya fundamental. Mesjid-Subuh-Quran (MSQ). Nyata. Riil. No konflik kepentingan kursi dan kue APBN. Semua berbasis Ziswaf. Zakat, infak, sadakah, wakaf. Kyai Lukman menguraikan ayat-ayat Allah dari Quran dan Sunnah.
