Community

Betapa Berartinya Gerakan Infak Beras–Sebuah Laporan Perjalanan

Betapa Berartinya Gerakan Infak Beras–Sebuah Laporan Perjalanan
gerakan infak1

GIB bisa tumbuh subur karena berpusat di mesjid. Digeber setiap subuh. Arasy aturannya Quran dan Sunnah. “Penyantun yatim seperti dua jari ini di syurga.” Begitu kira-kira janji Rasulullah SAW. Hadits ini yang disampaikan. Ayat QS Alma-uun yang dipaparkan di mana-mana. “Ta’amu miskin…” Kasih makan fakir miskin… Rasulullah adalah Abul Yatama Walmasakin. Bapak dari yatim dan orang-orang miskin. Di sini GIB bisa menggerakkan hati ibu-ibu, emak-emak yang saban hari berurusan dengan dapur. Dari uang belanja harian, ibu-ibu yang ingin keluarganya sakinah memotong irit duit belanja agar bisa ikut GIB. Kok bisa? Iya, mudah memang. Hanya setor Rp 25.000 per bulan sudah bisa ikut didoakan ribuan santri setiap hari. Bukan hanya ribuan tapi ratusan ribu santri setiap hari. Padahal GIB hanya minta Rp 25.000/bulan.
Sedikit memang Rp 25.000 itu dibanding quota internet rerata isi 100.000 per paket per bulan. Tetapi dengan 300.000 peserta GIB setiap bulan setor Rp 25.000, miliaran pula uangnya. Dari sinililah GIB bertahan. Bergotong-royong. Persis kata pepatah, berat sama dipikikul ringan sama dijinjing. Dan ini bukan pidato. Bukan janji politik. Ini riiil dakwah. Riil aplikasi Quran dan Sunnah. Tak lebih.