in

Rest in Love Prof Uray Husna

uray husna

Oleh: Ambo Mangan, SH, MH, Dr (cd)

Turut Berdukacita atas berpulangnya Prof. Dr. H. Uray Husna Asmara, M.Pd., Selamat Jalan Prof., Terima Kasih legacymu, semoga Prof. mendapatkan tempat yang terbaik dari Allah YMK.. Aamiin.

Saya dan rekan Dwi Syafriyanti sebagai advokat muda tahun 2005 pernah membela Prof. Uray Husna Asmara, M.Pd., di PTUN Pontianak dan menang. Beliau maju sebagai calon Bupati Melawi dari Golkar tetapi kemudian dicoret KPUD Melawi alasannya ijazah S3 beliau dilegalisir UNTAN. Menurut versi KPUD Melawi, seharusnya dilegalisir IKIP Bandung yang mengeluarkan ijazah S3 tersebut.

Kami berdua semaksimal mungkin membela beliau dan berhasil menang, sehingga mengembalikan beliau ke dalam pertarungan Pilkada Melawi.

Saya masih ingat, kami berdua diundang khusus ke rumah beliau. Sambil meneteskan air mata, beliau berkata “Bukan saya berambisi ingin jadi Bupati Melawi, tetapi saya sangat sedih karena sudah ribuan mahasiswa S1-S2 saya ajar dan bimbing yang berhasil di tangan saya dan Anda berdua sudah mengembalikan kehormatan dan harga diri saya sebagai Doktor dan Guru Besar.”

Baca Juga:  PASKAS JOGJA, ISTIMEWA

Lalu sesaat kemudian Beliau pun sambil menyodorkan amplop putih, “… ini ada uang sedikit, jangan lihat jumlahnya tapi ini sebagai bentuk terima kasih saya dan penghargaan kepada kalian berdua advokat muda dan berhasil menang.”

Kami berdua kompak menolak karena membela beliau adalah kehormatan dan kebanggaan kami dan murni Prodeo.

Lalu beliau berkata dengan raut muka kecewa, “Kalau kalian tidak mau, berarti kalian tidak menghargai saya.”

Kami berdua saling berpandangan tidak berkata-kata dan mengangguk sepakat menerima amplop putih tersebut dan mengucapkan, “Terima Kasih Prof….” Beliau pun senang sekali dan berkaca-kaca matanya.

Saya pribadi pun terharu, begitu juga rekan Dwi, sangat dihargai Prof.Uray. Kami sebagai advokat muda ternyata bisa juga berhasil mengalahkan advokat senior, Bang Tamsil Sjoekoer dan Bang Samsil, sebagai Kuasa Hukum dari Tergugat Ketua KPUD Melawi Dayang Nuraini.

Waktu itu, beliau berdua merupakan advokat senior yang namanya “menggetarkan” siapapun jika berhadapan dengan mereka di Pengadilan.

Tapi kami berdua tidak gentar dan berhasil menegakkan kebenaran dan keadilan serta mengembalikan marwah, harkat dan martabat Prof. Dr. H. Uray Husna Asmara, M.Pd., pada posisi yang seharusnya demikian.

Baca Juga:  'Campin'

Selamat Jalan Prof yang baik hati…

Terima Kasih atas semuanya.

Written by teraju.id

tanaman dan jendela

Pergantian Musim

paskas jogya

PASKAS JOGJA, ISTIMEWA