Selepas sang isteri melaksanakan sholat ashar, ibu muda itu pun menyusul sang suami ke kantornya tak seberapa jauh dari rumah petaknya yang sangat sederhana tetapi nyaman untuk ditinggali, ikut serta anak lelaki keempatnya yang berusia empat tahun dan anak perempuan kelimanya yang masih berusia dua tahun dalam gendongannya.
Sesampainya di kantor, sang ibu bergegas menaiki anak tangga teras bangunan. Mereka disambut oleh salah seorang teman sang suami yang langsung mengabari tragedi eksekusi yang dialami oleh pegawai kantor itu.
Ibu itu pun jatuh terpeleset dari anak tangga itu bersama anak perempuan yang bernama Syarifah Seha Alqadrie dan yang masih berada di dalam dekapnya.
Jatuh terduduk hingga ke tanah yang penuh jejak-jejak sepatu laras tentara dan tetesan peluh dan darah anak negeri Katulistiwa.
Kisah Wan Ahmad Jawi–Ayahanda Prof Syarif Ibrahim Alqadrie–Ilmuan–Korban Jepang
