Jiwa seni dari sosok Wan Achmad Jawi yang tiada pernah mengkhianati suara hatinya untuk tetap berkarya dan berjuang bagi nilai nilai kebaikan yang diyakini ya untuk kemaslahatan ummat dan alam negeri tumpah darahnya ini.
Jiwa seni yang tetap dilestarikannya dimana pun ia berada untuk tetap memberi kebaikan dan menerima segala kekhilafan dari siapapun yang memerlukannya, kompromis.
Benar adanya, jiwa seni, Syarif Achmad adalah seorang seniman tulen. Seorang vionies yang mampu menghanyutkan hati setiap pendengarnya tidak saja seorang wanita tegar berkarakter tegas, Maimunah binti Taher, anak didik Pangeran Adipati Tua Syarif Husein bin Sultan Syarif Hamid I, seorang Pemimpin Pergerakan Kaum Kampung Luar, telah jatuh cinta kepada kesyahduhan irama dari hasil gesekan biolanya.
Sang Pemimpin pergerakan yang ditakuti oleh Belanda dan Jepang bahkan disegani oleh sang keponakan Sultan Muhammad pun tak mampu menolak kegigihan hati sang seniman itu untuk menjadi seorang informan bagi pergerakan kaum Kampung Luar melalui kepiawaiannya memainkan biola.
