Community

Kisah Wan Ahmad Jawi–Ayahanda Prof Syarif Ibrahim Alqadrie–Ilmuan–Korban Jepang

Kisah Wan Ahmad Jawi–Ayahanda Prof Syarif Ibrahim Alqadrie–Ilmuan–Korban Jepang
Gapura Istana Kesultanan Qadriyah ke arah Mesjid Jami' Sultan Abdurrahman

Bahkan dari sejak awal orang tua kami berlapang dada menerima musibah ini sebagai ujian keimanan, tanpa harus mengajarkan dendam kepada keturunannya.
Bahkan anak yang tak pernah melihat sosok ayahnya dari sejak dalam kandungan akibat keganasan tentara Dai Nippon mampu berlapang dada, menyambut kedatangan di kediamannya dan menyambung niat baik generasi baru dari negeri Sakura itu untuk tujuan kemanusiaan di negeri yang diperjuangkan ayah dan para leluhurnya.

Maaf adalah karakter yang ada di hati Wan Achmad Jawi yang dipesankan kepada sang isteri untuk dilanjutkan kepada anak anak keturunannya.
Sifat maaf dan memberi tanpa berbalas, meskipun harus mengorbankan jiwa, raga dan harta.
Hingga beliau wafat tak ada satu pun harta benda yang ditinggalkannya untuk keluarga kecilnya, hanya semangat dan dedikasi yang menjadi contoh bagi keluarganya.
Apakah kehidupan mereka yang ditinggalkan menjadi sangat hina ?
Alhamdulillah, keadilan milik Allah.
Justru mereka yang haus kekuasaan dan kekayaan dengan cara menjual harga diri dan mengorbankan saudaranya sendiri untuk menjadi kaki tangan Jepang justru hidup dalam neraka dunia yang mereka ciptakan dari sifat dengki dan tamak.

Baca Juga:Sungai Terus