in

Mewarnai atau Diwarnai

Oleh: Saripaini

Mewarnai atau diwarnai. Rasanya kalimat tanya itu kerap melintas di telinga. Kesannya adalah pilihan yang harus dipilih. Tapi aku pribadi mulai berpikir kalau itu bukanlah sebuah pilihan, karena memang tak bisa dipilih, sulit dikendalikan tapi bisa dikontrol. Gimana tu? Ah, Pokoknya gitu. Sedangkan yang diwarnai adalah yang terpengaruh. Simpelnya, mempengaruhi atau dipengaruhi.

Intinya, siap mewarnai juga harus siap diwarnai, sedikit atau pun banyak pasti akan kecipratan dan akan terbawa. Ibarat kata batu yang keras pun juga bisa terkikis oleh air yang cair. Aku tidak berbicara tentang baik dan buruk atau untung dan rugi, tapi ingin menampakkan seberapa pentingnya orang-orang yang berada di sekitar kita.

Seperti sebuah pribahasa yang tak asing lagi di telinga, bunyinya kurang lebih seperti ini, “Jika berteman sama penjual minyak wangi maka kita akan kecipratan wanginya, tapi jika berteman dengan tukang ikan asin, maka kita akan kecipratan bau ikan asin,” begitulah kira-kira. Itu menggambarkan bahwa siapa pun yang berada di sekitar kita dapat memberikan pengaruh. Bahkan aku pernah mendengar kalimat ini, “Jika kita ingin melihat seseorang maka lihatlah dengan siapa dia berteman,” karena itu akan menggambarkan siapa dia yang sebenarnya.

Mewarnai adalah suatu hal yang amat mulia apabila dengan warna yang mulia, bahkan apabila seorang mendapat hidayah melalui warna yang kita diberikan itu adalah lebih baik dari harta termahal sekali pun. Sebagaimana kata Nabi SAW., kepada Ali “Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu dari pada onta-onta merah.”

Tapi bagaimana jika sebaliknya, berteman dengan mereka yang cendrung kepada kekeliruan, apakah seorang dengan tipe seperti ini tak boleh dijadikan teman? Jawabannya tentu saja boleh. Kupikir tidak ada salahnya berteman dengan siapa pun, karena aku percaya dengan sebuah teori yang mengatakan bahwa semua orang itu pada dasarnya baik. Siapa kita?! Kita tak perlu menjadi Tuhan untuk orang lain.

Menurutku pengaruh baik atau buruk tergantung bagaima pribadi masing-masing menerimanya. Sebijak apa filter yang ia pasang dalam dirinya, mau diproses seperti apa pengaruh itu, mau ditempatkan di mana warna itu. Rasanya sesuatu yang tertata pada tempatnya akan nampak baik.

Punggur Kecil 11 Maret 2018

Written by teraju.id

Kok Pakai Helm?

Keram Tangan, Kaki+Hati