in

Rumah Literasi: KESAN DI BALIK PENULISAN BUKU “GORESAN PENA GADIS PEMANGKAT”

WhatsApp Image 2020 07 11 at 06.43.56


Oleh : Nindy Aqal Anggreni

Menulis buku ini sangatlah berkesan. Berbagai macam gejolak dirasakan ketika membuat buku ini. Dimulai dari rasa bahagia,sedih, haru, lucu, kesal dan sebagainya hingga tidak dapat lagi diungkapkan dengan kata-kata.

Awalnya saya tidak yakin akan bisa menyelesaikan buku ini,karena tentu saja tidak sedikit hambatan yang dialami. Banyak sekali revisi yang dilakukan terutama di bagian judul dan subjudul. Sangat sulit bagi saya dalam penentuan judul yang dianggap cocok. Tapi saya tidak menyerah begitu saja,hingga saya dapat menemukan judul yang tepat.

Penggunaan aturan bahasa dalam kalimat juga menjadi tantangan. Namun setelah dijalani selama usaha tetap berjalan maka akan mendapat hasil yang memuaskan.
Melalui program Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak saya selalu mendapat bimbingan sehingga saya bisa menyelesaikan buku ini dengan kurang lebih 18 ribu kata. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Saya sangat bangga sekali karena ini adalah buku pertama kali yang saya buat selama hidup, sekaligus karya pertama yang sangat berharga sekali. Buku autobiografi yang berjudul Goresan Pena Gadis Pemangkat ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seorang gadis yang tinggal di sebuah kota yang bernama Kota Pemangkat, dari ia kecil hingga sekarang yang sedang mengejar mimpinya dengan bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan gadis itu adalah saya sendiri.

Baca Juga:  Sinergi Kegiatan BPDASHL Kapuas

Berbagai macam kisah hidup telah dilalui tentu saja memiliki pesan dan nasehat yang dapat diambil hikmahnya. Lebih tepatnya lagi buku ini mengajarkan kita bahwa setiap masalah pasti selalu ada solusinya.

Saya merasa sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa membuat karya buku sendiri untuk yang pertama kalinya. Kesulitan dan rintangan di awal terbayarkan dengan sebuah buku yang berjudul Goresan Pena Gadis Pemangkat. Ada rasa bangga dan puas atas hasil yang dapat saya capai. Saya berharap melalui program Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak ini,dapat meningkatkan minat untuk memperbanyak menulis dan menciptakan karya lain selanjutnya. (Peserta Rumah Literasi FUAD, IAIN Pontianak)

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 10 at 22.16.31 1

Kementan Akan Memproduksi Kalung Anti Corona, Ini Tanggapan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan

WhatsApp Image 2020 07 11 at 08.55.11

National Seminar Quo Vadis Meaning of Heroism in Indonesia: Strengthening Indonesianness through the Proposal of SULTAN HAMID II as National Heroes