Kisah wakaf produktif dengan santri tahfidz Quran ini sangat unik. Pertama pegiat tahfidz Quran yang berguru metode keliling Indonesia mencari lahan untuk dibangun mesjid pemuda. Idealisme dasarnya “menggarap” pemuda. Mesjid yang digadang-gadang adalah bernama “Umar Bin Khattab”. Sosok inspiratif khalifah terbesar era Rasulullah yang sukses menjangkau dunia di luar Mekah dan Madinah. Padahal Umar awalnya adalah musuh Islam bangkotan karena full kekuatan. Umar saking kerasnya melawan Islam pernah menampar pipi adiknya lantaran murtad dari agama tradisional Mekah yang musyrik alias menyembah patung berhala Latta, Manat dan Hubal–di saat adiknya membaca suhuf Alqur’anul Karim. Tamparan keras itu hingga bibir dan pelipis mengucurkan darah. Tetapi Umar kadung sempat mendengar keindahan bait nasihat yang sama sekali belum pernah didengarnya sepanjang hidupnya di Mekah, walaupun Arab dikenal sebagai Bangsa Penyair kala itu dari suara lirih adiknya. Siapa syairnya paling hebat selalu digantung di dinding kakbah yang dibangun Nabiullah Ibrahim dan Ismail berabad-abad sebelum Muhammad SAW–masanya Umar Bin Khattab hadir di jazirah padang pasir Mekah.
Sulthan Annashira Wakaf Produktif dengan Tahfidz Quran
