Gelombang pertama dibuka hanya belasan orang, kini sudah 60-an santri laki-laki dan perempuan usia tamat SMA atau mahasiswa. Berdirilah di atas tanah kosong sebuah mesjid. Berdiri lagi seperti sulap dua unit asrama santri. Yakni asrama putra dan asrama putri. Berdiri pula sebuah unit dapur umum. Semuanya dipermudah Allah sebagai ‘kekuatan yang menolong’. Sulthanan-nashira. Tak urung, berdiri lagi sebuah panggung atraksi seni dan budaya sekaligus sastra. Secara Quran melebihi sastra saudara-saudara….Terakhir dua pekan silam saya bertandang ke Sulthan Annashira mereka telah mendirikan kantor yang apik dilengkapi dengan toko yang menjual aneka busana warna-warni. Tentu juga dipajang aneka minyak wangi produksi Ustadz Berri Elmakki. Minyak wangi Sulthan.
Sulthan Annashira Wakaf Produktif dengan Tahfidz Quran
