
Kendati adiknya tersungkur jatuh berdarah-darah. Umar memungut lembaran ayat yang dibaca sebelumnya. Umar meremas suhuf ayat itu lalu bergegas menemui Muhammad si penerima wahyu. Di sana bukannya dia mengamuk, tetapi justru mengucapkan dua kalimah syahadah, “Bahwa aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah.” Para sahabat yang menyaksikan adegan itu pada saat itu takbir dan memeluk Umar si singa padang pasir. Kelak ketika Rasulullah Muhammad SAW wafat, kepemimpinan Islam dilanjutkan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sepeninggal Abu Bakar dipilihlah Umar Bin Khattab Radiallahu Anhu sebagai pemimpin kaum muslimin.
Pegiat tahfidz Quran di bawah kepeloporan Ustadz Berri Elmakki yang sejak muda bertumbuh di Mesjid Munzalan Mubarakan pun berusaha mencari lahan kosong di dalam Kota Pontianak. Tetapi tidaklah mudah. Bahkan di jagad digital, niat dan usaha itu diposting ke medsos. Doa doa bersahut-sahut tetapi lahan tak kunjung didapat. Bahkan hendak membeli sekalipun tetap tidak dapat dikarenakan kadarullah menggariskannya demikian.
