Kultur

Satu Bahasa, Satu Keluarga, Lima Suku Bangsa

Satu Bahasa, Satu Keluarga, Lima Suku Bangsa

Oleh karena itu memang salah satu prasyarat seorang perempuan dapat mengenyam pendidikan tinggi adalah mereka memiliki keluarga tujuan. Pada keluarga inilah anak perempuan dititipkan untuk dijaga dan dlihatkan.

“Itu pun… dengan sangat berat,” kata Mak Ngah mengenang.

Beliau mengingat berbagai tantangan ditemukan. Sedikit saja cerita miring mengenai sang anak bisa membuat mereka tidak enak tidur dan makan. Semua jadi beban pikiran, melengkapi beban keuangan untuk biaya pendidikan.

Tetapi, katanya, mereka beruntung karena ada keluarga tujuan di Pontianak. Baik dari sebelah Mak Ngah, maupun dari sebelah suaminya.

Beban psikologi soal anak perempuan ini berkurang ketika kemudian anak lelaki mereka menyusul bersekolah di Pontianak. Meskipun adik, setidaknya ada teman bagi anak perempuan. Kehadiran adik membuat mereka merasa ada yang menjaga. Hingga kemudian, semua anak Mak Ngah bersekolah di Pontianak.