Kalau pun masih ada yang terasa, Bu Tasmi menyebutkan soal bahasa. Mak Ngah masih mencampurkan bahasanya dengan bahasa Ulu. “Kadang-kadang..yo, tidak ngerti.. Tak, lama-lama biasa,” akunya.
Itulah potret keluarga Mak Ngah. Gambaran mini tentang keragaman yang ada di Kalbar. Itu juga merupakan satu gambaran riil kehidupan masyarakat majemuk di sini. (*).
