Point penting dari artikel ini adalah mengajak kepada kita semua untuk kembali menghidupkan kekhasan lokal tersebut, sebagai bagian dari gerakan kebudayaan dan strategi untuk menjadikan Kalbar menjadi salah satu destinasi budaya di Indonesia. Seperti contoh Kota Pontianak, Kota yang sering saya sebut sebagai minipolitan yang sedang mempercantik diri. Kota Pontianak secara geografis kurang lebih mirip Amsterdam Belanda. Kotanya banyak dialiri parit-parit (grachten), karena daratannya rendah dibanding permukaan air lautnya. Pontianak kini menjamur Warung Kopi (Warkop) dan Cafe, yang menjadi icon Kota ini, selain tugu equator atau lebih dikenal Tugu Khatulistiwa dan Sungai Kapuas. Kalau trend ini, dipadukan dengan setting geografis yang dikarunia Tuhan dan kekhasan budaya masyarakatnya, maka akan menjadi mozaik budaya yang luar biasa.
Asam Pedas dan Trend Glokal
