Opini

Asam Pedas dan Trend Glokal

Asam Pedas dan Trend Glokal

Masyarakatnya sadar budaya, infrastrukturnya dibangun sadar budaya, strategi marketingnya sadar budaya, maka akan memperkuat identitas Glokal kita. Sambil ngopi kita bisa mendengar instrumen sape’, atau dendang Melayu. Kemudian dapat dengan mudah mendapatkan aneka kuliner khas daerah, tanpa harus menunggu festival budaya. Sambil ngopi kita bisa menikmati berbagai souvenir lokal dan pertunjukan budaya seperti hadrah, jepin, dan berbagai tarian daerah. Sambil ngopi bisa melihat orang menenun kain songket Sambas, atau melihat orang menganyam tanggui, raga atau tikar. Saya membayangkan betapa anggunnya kota ini dengan ornamen-ornamen gerak langkah budaya yang mudah dijumpai.

Parit-parit kita hidupkan menjadi sentrum relaksasi, dengan aneka jajanan daerah dan hiburan bagi anak-anak kota yang haus tempat rekreasi. Tentu berkali-kali saya katakan, kunci kesuksesan terletak pada mampu tidak kota membangun infrastruktur kebudayaan, baik pada masyarakatnya maupun pada para pemimpinnya. Ini buah pikiran dan harapan, semoga juga menjadi buah harapan kita semua. Semuanya cita-cita, bukan utopia yang mustahil diwujudkan.

(*Penulis adalah dosen IAIN Pontianak)