Opini

Berselancar di Sejarah Malaka

Berselancar di Sejarah Malaka

Islamic Trip ini sungguh sehat secara fisik dan spiritual. Ke beberapa destinasi kita hindari pemakaian kendaraan umum, kalau itu bisa dijangkau dengan berjalan kaki santai. Eksplorasi kawasannya bisa lebih dalam. Demikian pula ketika masuk waktu shalat, peserta trip yang pria berjalan kaki menuju masjid terdekat. Sesuai yang disunnahkan, kami menempuh jalan yang berbeda saat berangkat dari hotel ke masjid dan arah pulang dari masjid ke hotel.

Pada hari pertama di Kuala Lumpur, kami shalat di Masjid Jami’ Kuala Lumpur, masjid tertua di kota ini. Dari panel informasi yang disediakan di dekat pintu masuk, kita jadi tahu sejarah masjid ini. Mulai dibangun pada tahun 1897, Masjid Jami’ diresmikan penggunaannya oleh Sultan Selangor pada tahun 1909, saat Malaysia masih di bawah pemerintah jajahan Inggris.

Sentuhan seni Islam dari beragam ornamen di bagian luar menjadikan masjid ini sarat nilai sejarah dan arsitektur, sesuatu yang sudah sangat jarang kita temui pada masjid sekarang. Termasuk masjid-masjid di tanah air yang belakangan banyak direhab atau dibangun baru, yang lebih banyak menampilkan corak arsitektur yang nyaris seragam, yakni minimalis, sehingga kehilangan cita rasa arsitektur tropis atau lokal ataupun ciri peradaban Islam lainnya.