Opini

Berselancar di Sejarah Malaka

Berselancar di Sejarah Malaka

Di luar keraguan tadi, sebenarnya semangat saya ikut trip ini sangat tinggi. Selain terobsesi dengan Malaka yang sudah melekat di benak sejak SMP itu, bisa menulis buku bersama Pay dan rekan lain juga jadi magnet lain. Tambah semangat setelah melihat daftar yang ikut dalam trip ini.

Ada Wahyudin Ciptadi, tetangga sebelah rumah waktu saya tinggal dulu di Komplek Pertanian, Jl Alianyang Pontianak. Bapak saya dan ayah Wahyu, panggilan akrabnya, dulu sekantor di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Barat.
Juga ada Bang Yopie, sahabat abang istri saya. Karena sering bertemu di rumah mertua saya, kami pun jadi akrab. Istri Yopie, Aulia Marti juga ikut dalam trip ini. Saya dulu mengenalnya sebagai wartawan di salah satu koran di Pontianak. Rombongan dari Pontianak bertambah ramai karena ada Bude dan Bu Else. Mereka berdua tinggal satu komplek, tak jauh dari rumah saya di Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo Pontianak. Jadi total kami bertujuh dari Pontianak, separuh dari jumlah total peserta trip ini.
Kami berlima dari Pontianak berangkat ke Kuala Lumpur Kamis 10 Oktober, sehari lebih awal dari jadwal trip, 11-13 Oktober 2019. Harapannya agar lebih bisa menikmati Kuala Lumpur, sambil menunggu peserta lain tiba hari keesokan harinya. Adapun Yopi dan Aulia menyusul keesokan harinya.