“Bisa jadi proyek buku bersama nih ya?”
“Betul Bang. Ini akan jadi target trip ini.”
Agustus 2019. Transfer uang pendaftaran sudah. Tiket pesawat Pontianak-Kuala Lumpur dengan jadwal dan penerbangan yang sama dengan Pay juga sudah dibooking. Berarti sudah positif saya ikut dalam trip ini kan ya? Rupanya tidak juga. Jadwal kerja sebagai konsultan, dunia kerja baru yang saya geluti setelah tidak lagi bekerja di WWF, ternyata cukup padat. Bahkan ada jadwal laporan akhir yang harus saya selesaikan dan dikirimkan ke lembaga yang mengontrak saya persis bersamaan dengan trip ini, nyaris membatalkan keberangkatan saya.
Bahkan sampai Kamis pagi, 10 Oktober 2019 di hari jadwal keberangkatan pesawat ke Kuala Lumpur, saya masih ragu ikut berangkat atau tidak. Untunglah pagi itu saya sempat ngopi dengan teman-teman pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalbar di salah satu warung kopi di Jl. Sumatera Pontianak. Ada Hendy Erwindi juga, mantan wartawan yang sekarang berkiprah di Komisi Yudisial (KY) Kalbar. Selain jurnalistik dan dunia hukum, olah raga adalah minat Hendy yang lain. Jadilah Hendy masuk dalam kepengurusan di FAJI Kalbar.
