Opini

“Demokrasi Gejet”

“Demokrasi Gejet”

Biasanya anggota grup berbaik sangka. Dan ini yang kita harapkan bersama. Namun kadang ada yang bertanya, apakah ada cuitan yang menyebabkannya tersinggung lalu left? Dst. Dsb. Inilah perlunya komunikasi lewat “pamit” tersebut agar tidak jadi tanda-tanya lagi. Kita angkatlah marwah etis dan sopan serta santun, laksana pantun: jika ada jarum yang patah// jangan disimpan di dalam peti// jika ada kata-kata yang salah// jangan disimpan sampai mati//

Sebaliknya demokrasi pergejetan mestinya membawa aura demokrasi yang sopan dan santun laksana pantun pula: Dari mana datangnya lintah// dari sawah turun ke kali// Dari mana datangnya cinta// dari mata turun ke hati//

Kita berharap demokrasi pergejetan adalah demokrasi cinta di mana komunikasi terjalin komunikatif. Biarlah pecah di perut asal jangan pecah di mulut. Bulan Bintang. Bersatu teguh — Bercerai Runtuh.

Kalau “left” berkabarlah. Bersama kita jaga marwah. Bersama kita wariskan etos demokrasi berkualitas kepada generasi muda setelah kita.

Kepada pembaca kami wariskan pula WBTB Pantun yang sopan dan santun. Mari kita rawat sebagai sastra lisan yang terbukti efektif meyatukan nusantara. *