Opini

Memupuk Girah Filantropi di Tengah Pandemi

Memupuk Girah Filantropi di Tengah Pandemi

Oleh: Juharis

Keberadaan wabah penyakit bernama korona dewasa ini tengah memorakporanda seluruh antero dunia. Tidak tahu hingga kapan ia akan berakhir. Tak pelak, seluruh sendi kehidupan telah morat-marit akibat ulahnya.

Sampai-sampai bulan paling mulia ini pun menjadi korban keganasan. Dampaknya, pelaksaan ibadah yang dulu begitu ramai di masjid bersama seluruh kalangan masyarakat tanpa pandang bulu, kini tak lagi sama. Dalam masjid tidak memandang kasta, semua fasilitas dan kenyamanan masjid dinikmati bersama. Namun, sekarang masing-masing sekadar menikmati fasilitas pribadi di rumah.

Syukur bagi kaum menengah ke atas, bagaimana mereka yang berada di golongan paling bawah? Bisa jadi salat di bawah jembatan tol, mungkin di teras rumah orang, atau mungkin saja di tepi jalan beralas kardus, serta kemungkinan lain yang tidak bisa dipastikan lewat perkiraan saja.

Belum lagi para pekerja ekonomi bawah, berhenti bekerja akibat lockdown dan kewaspadaan dini. Entah itu buruh, pekerja di tempat yang banyak keramaian, atau yang lain. Dengan apa mereka menafkahi keluarga? Duduk dengan kepanikan di rumah tak bakal menjadi solusi.

Beruntung kita punya Islam, yang menjadi pedoman adalah titah yang langsung dari Allah. Titah itu adalah perintah berfilantropi. Apatah lagi yang kurang lengkap dan sempurna selain Islam? Tidak ada satu pun.