Opini

Mengenang Keteladanan Seorang Tokoh Kalbar: H Ali As, SH

Mengenang Keteladanan Seorang Tokoh Kalbar: H Ali As, SH

Dahulu, ketika naik ke atas mimbar dan memberikan khutbah Jumat, suaranya serak-serak parau terdengar penuh kharisma. Ia guru yang tidak menggurui, namun materi yang diwacanakannya atau diwejangkannya mudah dicerna oleh siapa saja. Ia adalah guru yang luas wawasan maupun pengalamannya.

Nama Ali As memang tidak asing bagi warga Kalimantan Barat. Ia adalah sosok yang super-lengkap kiprahnya dalam sosio-politik dan kultural. Pada dirinya ada karakter guru yang sangat kuat, walaupun dia juga adalah top eksekutif papan atas di zamannya, yakni dengan menjadi Bupati Kepala Daerah Kapuas Hulu. Ia juga aktif di berbagai lembaga adat, budaya dan agama.

Disebut lengkap karena di luar pendidikan dan pengajaran yang bernaung di bawah panji Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (PDK), Ali As juga aktif di organisasi politik dan keagamaan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kalbar dan pernah juga menjadi anggota Panwaslu Kalbar awal reformasi (1999). Di bidang dakwah, jangan ditanya lagi, beliau aktif ceramah maupun khutbah.

Ali As mempunyai nama lengkap Muhammad Ali Abdullahsani, SH. Ia lahir di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu pada 24 Oktober 1928. Hanya empat hari seusai kelahirannya itulah Soempah Pemoeda yang amat sangat monumental bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dicetuskan.