Menurut Asmarullah, dengan pola pendidikan keteladanan yang diterapkan ayahnya, semua anak-anaknya tumbuh mandiri dan tidak manja. Hal itu sangat berbeda dengan situasi seperti sekarang ini di mana kebanyakan pejabat memanjakan putra-putrinya sehingga putra-putri tersebut juga kurang mandiri. “Kalau tidak dididik seperti itu oleh ayah, mungkin sampai sekarang saya juga tidak punya rumah atau lebih parah daripada itu tidak punya kemandirian,” kata Asmarullah.
Kendati hidup sederhana, namun Ali As punya gagasan-gagasan besar. Ia yang bersuara vokal dan besar menunjukkan kewibawaan tersendiri. Terlebih pengetahuannya prihal adat dan budaya sangat luas. Maka tak jarang Ali As tampil memenuhi kegiatan akademis seperti seminar dan muktamar. Ia bahkan aktif sebagai juru dakwah demi mengajarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
Dari pengabdian tanpa kenal lelah itulah, Ali As menjadi tokoh pendidikan yang layak diteladani di Kalimantan Barat. Ia menjadi guru serba bisa, namun istiqomah dalam kesederhanaannya. Ia juga tiada berhenti mengajarkan ilmunya hingga di masa senja. (Semoga tulisan di atas bermanfaat untuk kembali mengenang jasa dan keteladanannya. Alfatihah) *
