Ali As adalah figur yang sederhana. Di masa memegang jabatan ia selalu amanah. Gaya kepemimpinannya mengedepankan keteladanan, dan bukannya kemewahan. Hal itu mengemuka karena Ali As juga sangat relijius. Ia sehari-hari aktif berdakwah. Kopiah atau peci hitam selalu lengket di kepalanya.
Di jenjang pendidikan tinggi, Ali As tercatat sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura sejak 1 April 1984. Ia juga mengajar di Universitas Panca Bhakti. Konsentrasi hukum yang diampunya adalah hukum adat.
Dari kampus, tidak heran jika Ali As banyak mempunyai mahasiswa dan kelak tumbuh sebagai pemimpin Kalbar masa depan. Apalagi di saat tidak lagi menjabat selaku Bupati Kapuas Hulu, Ali As juga memimpin STKIP-PGRI Kalbar sehingga mahasiswanya semakin banyak.
Kesederhanaan Ali As tanpak dari rumah dan kendaraan yang dimilikinya. Ia mengajar di Fakultas Hukum Untan dengan menggunakan sepeda roda dua. Ia juga berdomisili di rumah sederhana kawasan Jl Pulau We No 6 Kota Pontianak.
“Kami dipersilahkan menikah dengan pilihan siapa saja yang terpenting dewasa dan siap serta bertanggung jawab. Kami tidak diberikan fasilitas-fasilitas khusus. Sejak usai menikah harus pindah, yakni menempati rumah sendiri. Terserah bangun sendiri atau sewa,” ungkap putra Ali As, Asmarullah.
