Opini

Menggugat Kekerasan Paradigmatik

Menggugat Kekerasan Paradigmatik

Memang boleh jadi ada benarnya,  karena Bourdieu sendiri menyadari di institusi pendidikan rentan terjadi kekerasan simbolik.  Karena sekolah sebagai institusi yang dianggap melanggengkan dominasi kelas dominan atas kelas yang tidak dominan.  Namun, realitas tidak selalu deterministik dan linear,  sebab boleh jadi ada variabel lain yang harus dimengerti dari sebuah realitas sosial.  

Penulis setuju bahwa kekerasan simbolik harus dibongkar agar tidak terjadi dominasi. Namun ingat juga,  ketika kita menjustifikasi keyakinan kita dengan teori tanpa mendengar dan memahami realitas,  maka sejatinya kita sedang membangun dominasi dengan narasi dan justifikasi ilmiah.  Bukankah ini juga kekerasan simbolik yang berlindung di balik paradigma teoritik.  

Tidakkah sebaiknya, kita memahami perspektif kedua belah pihak,  tentang duduk persoalan yang sesungguhnya.  Jika nanti ternyata tidak ada pemaksaan dari pihak sekolah,  karena ketentuan itu telah lama diberlakukan.   Artinya ada konsensus yang telah disepakati bersama,  dan masing-masing pihak tidak berkeberatan.  Konsensus dapat terjadi karena kesamaan pandangan budaya,  norma dan adat istiadat yang menjadi asas kehidupan bersama.