Opini

Nikmati Proses sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan

Nikmati Proses sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan

Manusia dalam kehidupannya selalu mengonsepkan diri dengan nasib, bukan merupakan kecerdasan ketika kegagalan lantas didalihkan kepada nasib bahkan menyalahkan nasib. Nasib secara hakikat dapat diubah oleh individu masing-masing. Hanya saja karena kebiasaan menunda pekerjaan atau justru mengabaikan pekerjaan yang menjadikan nasib seorang individu jauh dari konsekuensi baik.

Contoh kasus ialah seorang mahasiswa dalam proses kuliah tiba-tiba timbul keraguan dengan disiplin ilmu yang dipilihnya, entah itu karena susah memahami materi dari masing-masing mata kuliah yang ada atau faktor lainnya. Tidak bisa dipungkiri, mahasiswa rata-rata ketika ditanya alasan mengapa memilih jurusan di sebuah kampus lantas menjawab dengan menggaruk kepala, kening mengerut bahkan menggigit jari pertanda kebingungan sebenarnya apa yang mendasari mereka memasuki program studi mereka. Kejadian mahasiswa yang seperti ini adalah kelumrahan. Ketika saya duduk di bangku SMA, dulu di awal-awal sebelum memilih jurusan, pelajaran yang disukai adalah terkait Ilmu Sosial, kemudian singkat cerita memasuki akhir semester 2, setiap siswa diperintahkan untuk memilih jurusan, antara Ilmu Sosial atau Ilmu Alam.