Opini

Nikmati Proses sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan

Nikmati Proses sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan

Teman akrab saya pada waktu itu memilih Ilmu Alam, hingga saya kebingungan untuk memilih, tapi akhirnya Ilmu Alam menjadi pilihan yang sebenarnya tidak sepenuhnya niat hati di Ilmu Alam. Awal masuk semester 3 dan berada di lingkungan anak-anak IPA, seperti yang telah diketahui anak IPA identik dengan kepintaran mereka. Saya merasa berada di zona tidak aman karena kurang mampu dalam meresapi setiap pelajaran yang diajarkan. Lalu saya terpuruk dan sedikit stres sebabnya. Namun, karena tidak ada pilihan lain saya pun mencoba mengikuti proses. Seiring berjalannya waktu, perlahan saya sudah bisa beradaptasi dengan semua pelajaran IPA tersebut.

Artinya adalah ketika seseorang sudah berada dalam pilihan dan sedang menjalani pilihan tersebut, tindakan yang tepat saya kira adalah menikmati prosesnya bukan kemudian mengeluh dan mencoba lari dari masalah tersebut. Selama masih berada pada koridor kebenaran dan kebaikan ditambah kita juga memiliki keyakinan untuk bisa menjalaninya meskipun secuil saja. Maka, dengan menikmati proses keyakinan itu bertahap akan tumbuh berkembang dan besar. (Penulis adalah mahasiswa Ekonomi Islam IAIN Pontianak)