Opini

Sejenak Bersama Yudie “Arwana” Chaniago

Sejenak Bersama Yudie “Arwana” Chaniago

Lontaran lain pun dilemparkannya dengan pernyataan yang menggelitik terkait musikalitas, membuat lagu susah itu gampang membuat lagu gampang itu susah. Gampang dimainkan, gampang dinyanyikan, dan gampang diterima masyarakat. Tentunya, terkait dunia industri akan sangat susah membuat lagu yang gampang diterima oleh industri musik yang kompetitif dan komersial. Diingatkan Yudie Chaniago bahwa memasuki industri musik harus berbeda dengan yang sudah ada, ini yang susah, tegasnya.

Lontaran-lontaran menggelitik itu secara tidak langsung ditujukan kepada generasi-generasi pasca-Arwana, tentu khususnya buat budak-budak Kalbar jika ingin mengikuti jejaknya. Masuk dunia industri musik bagi Yudie Chaniago, sangat kompleks, tidak hanya faktor tersurat saja, tetapi tersirat juga yang dapat dipahami sebagai etika. Bermusik itu etika, tegasnya, dan diakuinya saat belum besar dengan Arwana, selalu menjaga etika dengan memohon atau sowan kepada orang-orang yang sudah berhasil.

Etika semacam ini yang tidak dilakukan oleh grup-grup sekarang ini, terutama yang berasal dari kalbar dengan tidak memohon bantuan dengan Arwana yang lebih dahulu menapaki blantika musik Indonesia. Sepertinya bukan berarti ingin dihormati, tetapi ingin membangun rantai kebersamaan sesama-Kalbar sehingga mudah untuk mengawal perjalanan bermusiknya jika berhasrat menembus level nasional.